Featured Posts

Chabloger.com ►►Selamat Datang Di Chabloger.com Salam Persahabatan Terimakasih Telah Berkunjung Disini Maafkan Kami Bila Banyak Kesalahan DiChabloger.com

Selasa, 06 Maret 2012

CHAPTER REPORT FILSAFAT ILMU


CHAPTER REPORT
PENGANTAR ILMU FILSAFAT
D
I
S
U
S
U
N
OLEH
                           NAMA          :   KHAIRUMAN
                           NIM             :   2010160026
                           JURUSAN     :   KOMUNIKASI
UNIVERSITAS ISKANDARMUDA
FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN POLITIK
BANDA ACEH
TAHUN 2010/2011




  Kata Pengantar         
Puji syukur penulis telah panjatkan atas  kehadirat Tuhan Yang  Maha Esa, sang Pencipta  alam   semesta, manusia, dan kehidupan beserta seperangkat aturan-Nya, karena berkat limpahan rahmat, taufiq, hidayah serta inayah-Nya, sehingga  penulis dapat menyelesaikan chapter report ini dengan judul “Filsafat Islam” yang di kutip dari buku Filsafat Perspektif Barat Islam dan Pancasila pada Bab VII tentang Filsafat Islam dengan materi Pengertian filsafat Islam, Al-Kindi, Al-Farabi, Ibnu Sina, Al-Ghazali dan Mohammad Iqbal, yang di susun oleh Prof . Dr. Darwis A. Soelaiman, Ma.
Maksud dan tujuan dari penulisan chapter report ini tidaklah lain untuk memenuhi salah satu kewajiban mata kuliah Filsafat Ilmu serta merupakan bentuk langsung tanggung jawab penulis pada tugas yang diberikan dosen.
Pada kesempatan ini, penulis juga ingin menyampaikan ucapan terima kasih kepada Bpk. Prof . Dr. Darwis A. Soelaiman, Ma selaku dosen mata kuliah Filsafat Ilmu serta semua pihak yang telah membantu penyelesaian chapter report ini baik secara langsung maupun tidak langsung.
Demikian pengantar yang dapat penulis sampaikan dimana penulis pun sadar bawasannya penulis hanyalah seorang manusia yang tidak luput dari kesalahan dan kekurangan, sedangkan kesempurnaan hanya milik Tuhan Azza Wa’jala hingga dalam penulisan dan penyusununnya masih jauh dari kata sempurna. Oleh karena itu, kritik dan saran yang konstruktif akan senantiasa penulis nanti dalam upaya
evaluasi diri.
Akhirnya  penulis  hanya  bisa  berharap,  bahwa  di balik  ketidak sempurnaan penulisan dan penyusunan chapter report  ini adalah ditemukan sesuatu yang dapat  memberikan manfaat atau  bahkan  hikmah  bagi penulis, pembaca, dan bagi seluruh  mahasiswa-mahasiswi Universitas Iskandar Muda. Amien ya Rabbal ‘alamin.
                                                                                                                       Wassalalam,
                                                                                                                       Banda Aceh, 13 April  2011
                                                                                                                       Penulis


Khairuman
NIM. 201016002

i






                                                           DAFTAR ISI
                                                                                                                                      Halaman
KATA PENGANTAR........................................................................................................ i
DAFTAR ISI...................................................................................................................... ii
BAB I : Pendahuluan......................................................................................................... 1
A. Latar Belakang.............................................................................................................. 1 
B. Batasan Masaalah.......................................................................................................... 2
BAB II : Filsafat Islam....................................................................................................... 3
A. Pengertian Fisafat Islam................................................................................................. 3 
B.
Al Kindi (801-873)........................................................................................................ 4
C.
Al Farabi (890-950)....................................................................................................... 4
D. Ibnu Sina (980-1037).................................................................................................... 5
E. Al Ghazali (1058-1111)................................................................................................. 6
F. Muhammad Iqbal (1873-1938)...................................................................................... 6
BAB III : Penutup.............................................................................................................. 8
A. Filsafat sebagai ilmu...................................................................................................... 8
B. Kesimpulan................................................................................................................... 9
Daftar Fustaka................................................................................................................... 9



                                                                       
ii


BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Filsafat  berasal dari bahasa  Yunani  yaitu  philosophia yaitu cinta dan bijaksana, Philia artinya cinta dan sophia  artinya kebijaksanaan. Jadi artinya cinta  kebijaksanaan. Dalam  bahasa Indonesia disebut  filsafat yang di ambil dari  bahasa Arab yaitu falsafah. Seorang  yang  mendalami bidang  falsafah  dalam bahasa Indonesia disebut "filsuf" atau filosof.
Secara terminologis pengertian filsafat adalah ilmu pengetahuan yang menyelidiki dan memikirkan segala sesuatunya  secara mendalam  dan bijaksana, serta kritis  sehingga  mencapai hakikat  segala  situasi. Jadi Filsafat adalah studi tentang seluruh fenomena kehidupan dan pemikiran manusia secara kritis dan dijabar kan dalam konsep mendasar.
Filsafat terutama Filsafat  barat  muncul di  Yunani  semenjak  kira-kira  abad ke 7 S.M.. Filsafat  muncul ketika orang-orang mulai memikirkan dan berdiskusi akan keadaan alam, dunia, dan lingkungan di sekitar mereka  dan tidak  menggantungkan  diri kepada  [agama]  lagi untuk  mencari  jawaban atas  pertanyaan-pertanyaan ini.Filsafat muncul di  Yunani dan tidak di daerah yang beradab lain kala itu seperti Babilonia, Yudea  (Israel) atau Mesir, karena di Yunani  tidak  seperti di  daerah lain-lainnya tidak ada kasta pendeta sehingga  secara  intelektual orang  lebih bebas. Orang  Yunani pertama yang bisa diberi gelar filsuf ialah Thales dari Mileta, sekarang di  pesisir barat Turki. Tetapi filsuf - filsuf Yunani yang  terbesar  tentu  saja ialah Sokrates, Plato dan Aristoteles.
Filsafat Islam  merupakan  filsafat  yang seluruh  cendekianya  adalah  muslim. Ada  sejumlah  perbedaan besar antara  filsafat Islam   dengan  filsafat lain.   Pertama,  meski  semula   filsuf - filsuf  muslim   klasik menggali kembali karya filsafat Yunani terutama Aristoteles dan  Plotinus,  namun  kemudian  menyesuai kannya dengan ajaran Islam. Kedua, Islam adalah agama tauhid. Jika  dalam  filsafat lain  masih  'mencari Tuhan', dalam  filsafat  Islam justru Tuhan 'sudah ditemukan, dalam  arti  bukan  berarti  sudah usang dan tidak dbahas lagi, namun filsuf  islam lebih  memusatkan  perhatiannya kepada manusia dan alam, karena sebagaimana kita ketahui, pembahasan  Tuhan hanya  menjadi  sebuah  pembahasan  yang tak pernah ada finalnya.
Sebagai suatu agama, Islam memiliki ajaran yang diakui lebih sempurna & kompherhensif dibandingkan dengan agama-agama lainnya yang pernah  diturunkan Tuhan  sebelumnya. Sebagai  agama  yang  paling sempurna ia dipersiapkan untuk menjadi pedoman hidup sepanjang zaman atau hingga hari akhir. Sumber untuk mengatur kehidupan dunia dan  akhirat  tersebut  adalah al Qur’an dan al Sunnah. Islam bukan saja sekedar   agama,  tetapi  juga  peradaban.  Pemikiran  filsafat  ini  sudah  barang  tentu  berpengaruh  oleh peradaban Islam tersebut, meskipun pemkiran itu banyak  sumbernya  dan  berbeda-beda  jenis  orangnya. Corak pemikiran tersebut adalah Islam, baik tentang problem-problemnya, motif pembinaannya  maupun tujuannya, karena Islam telah  memadu  dan  menampung  aneka  peradaban  serta  pemikiran dalam satu kesatuan. Apabila hal ini ditunjang dengan pemakaian buku-buku yang berasal dari filosuf  Islam  seperti Al Kindi, Al farabi, Ibnu Sina, Al Ghazali, Ibnu Rusyd, ataupun filosof Islam zaman modern Mohammad Iqbal
B. Batasan Masalah
Dalam membangun filsafat banyak orang mengajukan pertanyaan yang sama, menanggapi & meneruskan karya-karya  pendahulunya  sesuai dengan latar belakang  budaya, bahasa, bahkan  agama  tempat  tradisi filsafat  itu  dibangun.  Oleh karena itu,  filsafat biasa diklasifikasikan menurut daerah geografis dan latar belakang budayanya.
Dewasa ini filsafat biasa dibagi menjadi dua kategori  besar  menurut wilayah dan menurut latar belakang agama. Menurut wilayah dibagi, yaitu filsafat Barat, filsafat Timur dan filsafat Timur Tengah. Sementara latar belakang agama filsafat  dibagi,yaitu filsafat Islam, filsafat Budha, filsafat Hindu, & filsafat Kristen.
Dengan melihat filsafat  yang berbeda - beda dan  luas  perkembangannya,  maka disini  batasan  masalah hanya pada filasafat Islam.
                                                                   

       BAB II 
                                                                FILSAFAT ISLAM
A. Pengertian Filsafat Islam
Filsafat islam adalah filsafat yang lahir di negeri Islam dan berada  di  bawah  pengayoman  negara  Islam tanpa memandang agama dan bahasa  ahli  filsafat  yang  bersangkutan.  Perumusan  demikian  dilakukan karena ada juga yang menyebutnya dengan filsafat Arab yang mengandung konotasi bahwa filsafat Islam lahir  dan  dikembangkan  di  dunia  Arab.  Para  filosof Islam berpendapat bahwa filsafat Islam bertujuan untuk  mempertemukan  dan  memadukan  antara  akal  pikiran  manusia  dengan  wahyu  Tuhan. Mereka mengatakan bahwa tujuan filsafat filsafat sama atau tidak bertentangan dengan tujuan agama  yaitu sama-sama  bertujuan  untuk  mewujudkan  kebahagiaan  hidup  manusia  melalui  kepercayaan yang benar dan perbuatan yang baik.
Berkembangnya kebudayaan Helenisme, yaitu  kebudayaan campuran antara kebudayaan Yunani  dengan kebudayaan   lain  di  Asia  termasuk  ke  Afrika Utara, sebagai akibat   ekspansi   militer raja  Macedonia Iskandar Zulkarnaen ( 356 - 362 SM)  telah  mendorong tumbuhnya berbagai pusat studi ilmu dan filsafat Yunani  seperti  di Iskandariyah (Mesir), Di Harran (Syiria) dan di Bagdad.  Sejak  abad  ke  -3 SM, Raja Ptolemaeus dari Mesir telah membangun Universitas Iskandariyah  sebagai  pusat  studi  berbagai  macam ilmu  pengetahuan  alam. Dengan  bantauan  para  cendekiawan  yang  di usir dari Athena Yunani,  tradisi ilmiah di Universitas itu berkembang dengan pesat dan menjadi sangat termashur pada masa itu  sehingga telah menarik para mahasiswa dari berbagai negeri umtuk belajar di situ.
Pusat  studi  ilmu  pengetahuan  sangat  berkembang  di Bagdad yang telah memungkinkan lahirnya  para pemikir  Islam  seperti  Al Kindi  dan  Al Farabi.  Dengan  adanya  adanya  usaha    menterjemahkan  dan mengulas  karya – karya  filosof  Yunani,  seperti karya-karya Aristoteles, maka umat Islam telah mampu dalam waktu yang  relative singkat  mewarisi arisan  intelektual  dari  tiga  jenis kebudayaan  yang sangat maju pada waktu itu, Yaitu Yunani, Persia dan India. Mereka telah memanfaatkan warisan ilmiah tersebut untuk membangun suatu kebudayaan ilmu yang lebih maju, yaitu suatu kebudayaan intelektual yang lahir sebagai hasil usaha umat Islam memadu misi agama dengan warisan pusaka  lama menjadi satu  kesatuan sinkritis yang disebut filsafat Islam.
Diantara para filosof Islam  masa  lampau  yang  sangat terkenal yang akan dikemukakan disini, yaitu Al-Kindi (801-873), Al – Farabi  (890-950), Ibnu Sina  (980-1037),  Al - Ghazali (1058-1111)  serta seorang filosof Islam zaman modern asal Pakistan, yaitu Mohammad Iqbal (1873-1938).
B. Al Kindi (801-873)
Al Kindi dipandang sebagai filosof Islam pertama dalam dunia Islam dan satu-satunya yang   berasal  dari keturunan Arab sehingga di sebut filosof Arab. Dalam zaman al- Kindi  diperdebatkan  hubungan  agama dengan filsafat. Banyak ahli agama yang menolak dan memusuhi filsafat karena  diantara hasil pemikiran filsafat ada yang bertentangan dengan ajaran Al- Quran. Al- Kindi dengzn  gigih  membela   ilmu filsafat. Baginya antrara agama dan filsafat tidak perlu  dipertentangkan  karena  keduanya  membawa  kebenaran yang sama dan meyakinkan. Dikatakan bahwa dalam  filsafat  terkandung ilmu  ketuhanan, ilmu  keesaan dan ilmu-ilmu lain yang bermanfaat kepada  manusia. Diantara ilmu-ilmu  itu  yang  paling  tinggi  adalah ilmu  ketuhanan  yang  disebut  sebagai  filsafat  pertama. Orang  yang   menolak  ilmu filsafat ini  berarti mengingkari kebenaran.
Pandangan mengenai metafisika mencakup masalah-maslah tentang ketuhanan, alam dan manusia. Dalam hubungan dengan ketuhanan Al Kindi mengemukakan dalil-dalil tentang adanya Allah. Dalam hubungan dengan  filsafat  alam  (kosmologi), Al-  Kindi  menjelaskan  bahwa alam ini terdiri atas dua bagian, yaitu alam yang terletak di bawah falak bulan and alam yang merentang tinggi sejak dari falak bulan sampai ke ujung alam. Sifat dari alam yang disebut  pertama ialah berubah (tumbuh  dan  musnah), sedangkan  alam kedua   bersifat   abadi   ( tidak tumbuh  dan  tidak  musnah ). Dengan  kata  lain hakekat alam semesta ini disamping menetap juga berubah.
C. Al Farabi (890-950)
Al Farabi lahir disebuah kota kecil di Turki dan lama tinggal di Bagdad dan Damaskus dimana pemikiran filsafatnya  dikembangkan.  Dia  menguasai  hampir  semua  ilmu  pengetahuan  yang  berkembang  pada masanya  sehingga dia  mampu  mengklasifikasikan ilmu dengan segala  cabang – cabang  seperti  ditulis dalam bukunya Ihsha’u al’Ulum yang mirip  sebuah ensiklopedi. Dia terkenal sebagai  komentator karya-karya filosof Yuanani terutama karya Plato dan Aristoteles, dimana kemudian di abad pertengahan setelah diterjemahkan dari bahasa Arab ke dalam bahas ibrani dan bahasa Latin.
Dalam hubungan dengan metafisika, yaitu tentang  wujud  Tuhan,  Al- Farabi  mengatakan  bahwa  Tuhan adalah wujud yang paling sempurna, esa dalam  kesempurnaa  Nya  serta  abadi  dalam  kesatuan  zat  dan sifatnya. Dalam hubungan dengan kosmologi mengaitkan masalah penciptaan  alam  semesta  itu  dengan akidah tauhid yang di tafsirkan dalam wujud kesatuan  sifat  dan  zat  Tuhan. Pemikiran  filosofis  lainnya mengenai  kenabian, akhlak dan   politik  atau  Negara.  Al Farabi merupak  filosof  Islam pertama    yang membahas  soal  kenabian  yang  menghasilkan  teori  keterpaduan  antara  agama  dan filsafat. Mengenai akhlak, Al Farabi mengatakan bahwa ada empat keutamaan  yang  dapat  membawa  kebahagiaan  kepada seseorang  atau  suatu bangsa, yaitu  keutamaan  teoritis,  keutamaan  pemikiran,  keutamaan  akhlak  dan keutamaan amal, dengan cara memiliki sifat-sifat utama itu  ialah   dengan   berupaya     mengawasi   diri, mengenal kekurangan dalam diri dan berusaha memperbaikinya. Pandangannya tentang akhlak berkaitan dengan konsepsinya tentang politik. Menurutnya politik  adalah  sarana  untuk  memperoleh tujuan   akhir bagi manusia, yaitu kehidupan bahagia yang memiliki sifat-sifat keutamaan.
D. Ibnu Sina (980-1037)
Ibnu Sina lahir di Bukhara. Dia mempelajari berbagai ilmu pengetahuan  seperti  astronomi,  matematika, fisika, kedokteran, filsafat dan ilmu-ilmu agama Islam. Dalam umur sepuluh tahun sudah hafal Al Quran seluruhnya dan dalam usia enam belas  tahun  dia  sudah  dikenal  sebagai  seorang  yang  ahli  mengobati berbagai macam penyakit. Dia menulis lebih seratus buku tebal-tebal terutama mengenai  kedokteran  dan filsafat. Menurut Ibnu Sina bahwa ilmu ketuhanan ialah ilmu yang  membahas wujud, zat  dan sifat - sifat Tuhan.
Pandangan  Ibnu  Sina  mengenai  kosmologi  dan  mengenai  manusia  (badan dan Jiwa)  sejalan  dengan pandangan-pandangan Al Farabi. Dalil-dalil yang dikemukakannya mengenai hakekat manusia khususnya mengenai jiwa yang berdiri sendiri dan tetap kekal setelah terlepas  dari  badan,  ini  telah  mempengaruhi banyak filosof Islam dan filosof Barat setelahnya seperti Aquina dan Descartes. Ibnu Sina juga membahas masalah akhlak dan politik dengan lebih terperinci  lagi  dari  yang  telah  dibahas  Al Farabi  sebelumnya. Selain sebagai seorang filosof Ibnu Sina sangat terkenal dan dikagumi karena ilmu dan keahliannya dalam bidang kedokteran. Banyak literature mengenai ilmu kedokteran modern merujuk kepada pandangan Ibnu Sina yang dikenal sebagai Avecena.
E. Al Ghazali (1058-1111)
Al Ghazali lahir di Khurazan, Iran tergolong ulama dan filosof Islam yang terbesar dan  sangat  produktif. Al Ghazali membagi jiwa atas jiwa nabatiyah, jiwa haiwaniah dan jiwa insaniah. Jiwa manusia (insaniah) memiliki dua daya, yaitu daya  amali  dan  daya  teori.  Daya  amali  adalah  penggerak  bagi  badan untuk melakukan berbagai kegiatan, sedangkan daya teori adalah daya akal untuk mengetahui ilmu.
Pandangan filosofis Al Ghazali  yang  sangat  terkenal  tentang  akhlak.  Ilmu  akhlak  ialah  ilmu  tentang tingkah laku manusia, yaitu tentang yang seharusnya dilakukan agar  tingkah  laku  sesuai  dengan  ajaran agama Islam. Akhlak manusia  menurutnya  terdiri  atas  tiga  dimensi, yaitu  dimensi  diri  (manusia  dan Tuhannya) ,  dimensi  sosial (manusia dan Negara) dan  dimensi   metafisis  (  manusia  dan  akidah  atau pegangan dasar hidup). Jiwa  manusia  akan  menuju  kepada kesempurnaan melalui pendidikan terutama pendidikan akhlak. Penyakit hati atau  rohani  seperti  malas  dan  bodoh  dapat  di  obati   dengan belajar, penyakit  kikir  dapat  di  obati  dengan   kedermawanan  dan  penyakit  angkuh   dapat   di  obati  dengan merendahkan diri.
F. Muhammad Iqbal (1873-1938)
Iqbal lahir di Sialkot, daerah Punjab India  pada  tahun 1873  dari  keluarga  yang  sangat  religious.  Iqbal filosof penyair Pakistan  yang  sangat  terkenal. Sejak  kecil  Iqbal  telah  diserahkan  oleh  orang  tuannya kepada guru-guru agama  yang  terkenal  diantaranya  Sayed Mir Hasan  yang turut  menggali  bakat puisi pada diri Iqbal. Pada tahun 1895 pindah ke  Lahore  untuk  memasuki  perguruan tinggi,  kemudian  Iqbal melanjutkan pendidikannya ke Eropa belajar filsafat di Cambridge  dan  memperoleh gelar  doctor  dalam ilmu filsafat di Universitas Munich.
Menurut Iqbal manusia harus bangun untuk mengalahkan benda dan menaklukkan   lingkungan   tempat  tinggalnya  untuk    membawanya     kian  dekat  kepada  Tuhan  dan memperoleh  kemerdekaan    sambil terus mencipta. Kemerdekaan   harus  usaha  mencapainya  dan  untuk  itu  Iqbal memberi  tekanan  yang  besar   pada   nilai  kerja   dan   perjuangan.  Manusia   harus   berjuang   tanpa  mengenal  mundur  untuk mencapai apa yang di anggapnya baik dan adil.
Menurut Iqbal manusia harus belajar menjadi tuan bagi nasibnya sendiri. Filsafat Iqbal ialah filsafat yang meletakkan semua  kepercayaan pada  manusia  yang  memiliki  kemungkinan  tak  terbatas,  kemampuan mengubah dunia dan diri sendiri, sebab manusia pada hakekatnya adalah pencipta.















                                                                         BAB III  
                                                                PENUTUP
A. Filsafat sebagai ilmu
Filsafat  sebagai  ilmu  yang  mengungkap  tentang  wujud – wujud  melalui sebab-sebab yang jauh, yakni pengetahuan yang yakin yang sampai kepada munculnya  suatu sebab. Ilmu  terhadap  wujud – wujud  itu adalah bersifat keseluruhan, bukan  terperinci,  karena  pengetahuan  secara  terperinci  menjadi  lapangan ilmu-ilmu khusus. Filsafat mencakup seluruh benda dan semua  yang  hidup  yakni  pengetahuan terhadap sebab-sebab yang jauh yang tidak perlu lagi dicari sesudahnya.
Filsafat berusaha untuk menafsirkan hidup itu sendiri yang menjadi sebab pokok bagi partikel-partikel itu beserta fungsi- fungsinya. Cakupan  filsafat Islam  tidak  jauh berbeda  dari  objek  filsafat.  Hanya  dalam proses pencarian itu Filsafat Islam telah diwarnai oleh nilai-nilai yang Islami. Kebebasan pola pikirannya pun digantungkan nilai etis yakni sebuah ketergantungan  yang  didasarkan  pada  kebenaran  ajaran  ialah Islam.
Keunggulan khusus bagi filsafat Islam dalam masalah pembagian  cabang - cabangnya  adalah  mencakup ilmu kedokteran, biologi,  kimia,  musik  ataupun  falak  yang  semuanya  menjadi  cabang  filsafat  Islam. Sehingga hal ini menjadi nilai lebih bagi filsafat  Islam.  Dengan  demikian  filsafat  Islam  secara  khusus memisahkan  diri  sebagai  ilmu  yang   mandiri. Walaupun  hasil  juga  ditemukan    keidentikan  dengan Pemandangan orang Yunani (Aristoteles) dalam masalah teori  tentang  pembagian  filsafat  oleh  filosuf-filosuf Islam.
Para filsuf Islam pada umumnya hidup dalam lingkungan dan suasana yang berbeda dari apa yang dialami oleh filsuf-filsuf lain. Sehingga pengaruh lingkungan terhadap jalan pikiran mereka tidak  bisa  dilupakan. Pada akhirnya, tidaklah dapat dipungkiri  bahwa  dunia  Islam  berhasil  membentuk  filsafat  yang  sesuai dengan prinsip-prinsip agama dan keadaan masyarakat Islam itu sendiri.
Filsafat memasuki  lapangan - lapangan  ilmu ke - Islaman  dan  mempengaruhi  pembatas - pembatasnya. Penyelidikan terhadap keilmuan meliputi kegiatan filsafat  dalam  dunia  Islam. Yang  menjadi  perluasan ilmu dengan tidak membatasi diri dari hasil- hasil  karya  filosuf  Islam  saja,  tetapi  dengan  memperluas pembahasannya. Pemikiran Islam mempunyai ciri khas  tersendiri  dibanding dengan  filsafat  Aristoteles, seperti halnya pemikiran Islam pada ilmu kalam dan tasawuf. Demikian pula pada pokok - pokok  hukum Islam dan Ushul Fiqh juga terdapat beberapa uraian yang logis dan sistematis dan mengandung segi - segi kefilsafatan.
B. Kesimpulan
Filsafat adalah ilmu pengetahuan yang menyelidiki dan memikirkan segala sesuatunya  secara  mendalam dan bijaksana, serta kritis sehingga mencapai hakikat segala situasi fenomena  kehidupan  dan  dijabarkan dalam konsep mendasar.
Menurut wilayah filsafat dibagi, yaitu filsafat Barat, filsafat Timur dan filsafat Timur Tengah. Sementara latar  belakang  agama  filsafat  dibagi, yaitu  filsafat  Islam,  filsafat  Budha,  filsafat  Hindu,  dan  filsafat Kristen.
Para filsuf Islam pada umumnya hidup dalam lingkungan dan suasana yang berbeda dari apa yang dialami oleh filsuf-filsuf lain. Sehingga pengaruh lingkungan terhadap jalan pikiran mereka tidak  bisa  dilupakan. Pada akhirnya, tidaklah dapat dipungkiri  bahwa  dunia  Islam  berhasil  membentuk  filsafat  yang  sesuai dengan prinsip-prinsip agama dan keadaan masyarakat Islam itu sendiri.
----------------------------------------------0000000000000000---------------------------------------------------------

Daftar Kepustakaan
Prof.Dr.Darwis A.Soelaiman,Ma, (1977) Filsafat Perspektif  Barat,Islam dan Pancasila, Banda Aceh: Iqbal, Muhammad (1992) Metafisika Persia (terjemahan Joebaar Ayoeb). Penerbit Mizan, Bandung.



by.hfz